Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts

10 April 2009

Tambah Usia


Kulon Progo, 3 April 1983, setengah enam pagi, lahirlah seorang bayi perempuan yang manis dan keren di RSUD Wates.

Hari itu hari Minggu, tiada dokter jaga apalagi dokter kandungan... Seorang suami menunggui isterinya yang tengah merasakan sakitnya pembukaan demi pembukaan. Sementara ada beberapa orang bidan atau perawat ya, saat itu yang sebenarnya mereka belumlah lulus dari sebuah sekolah keperawatan/kebidanan alias sedang kerja praktek alias magang alias opo mbuh.. Ee, si ibu sedang kesakitan si caper/cabid malah tenang-tenang memainkan jarum kruisteeknya (baca:kristik (benang wool disulam di strimin)). Walhasil sang suami ketar-ketir dewean. Mau ga mau do'i yang ngelus2 isterinya dewe.. menghibur, dan menemani dengan setia.

Akhirnya saat yang dinanti tiba.. Sang suami memanggil para caper/cabid itu.. Karena sang suami tidak sepenuhnya yakin dengan kemampuan para kandidat perawat dan kandidat bidan itu, mau tidak mau sang suami ikut menyemangati isterinya saat persalinan, bahkan melihat kepala bayinya yang berulangkali menyembul keluar sebelum akhirnya keluar sepenuhnya. Finally seorang bayi perempuan yang manis, lahir dengan berat 3,4 kg terlilit tali pusat, di hari Minggu Wage itu. Dan sampai saat ini bayi itu sangat bersyukur, karena diantara 3 saudarinya yang lain hanya dialah satu-satunya yang ditunggui ayahnya saat pertama kali hadir di dunia ini..

Yah, akhirnya saya berteriumakasih pada tidak kondusifnya sikon saat itu... Terima kasih Ya Allah... atas semua nikmat, anugerah, rizki dan rahmatMu kepada hamba selama ini.. Semoga di sisa hidup hamba, hamba bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dan menjadi umatMu yang berguna. Amin.. Mohon do'anya kawan...

18 December 2008

"Shock VS Happy"

Setelah didowloadkan dari internet, saya baru melihat pengumuman itu saat ngeprint. Saya pelajari dan saya persiapkan syarat-syaratnya. Dari awal, pacar sayalah yang banyak membantu. Karena pekerjaan di kantor sedang banyak-bannyaknya, yah.. tau sendirilah finishing proyek seperti apa. Saya masih bekerja sampai jam 11 malam hampir setiap malamnya. Saya hampir kekurangan waktu istirahat. Lingkaran hitam di bawah mata selalu menghiasi wajah saya. Walhasil untuk ilok-ilok belajar, saya curi-curi waktu. Jumat malem baru saya mulai bisa nyicil belajar. Tapi belajar beneran baru sabtu malem. Padahal saya baru nyampe rumah jam 7 malem. Jadi, siapa lagi yang bantuin saya kalau bukan dia... " Makasih banyak ya sayang, ini keberhasilan kamu juga..."

Minggu, 7 Desember 2008, saya mengikuti tes CPNS Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta. Diantar pacar saya dengan mobil ortu (karena hari itu hujan deras sementara saya sedang flu berat) saya melangkah ke Gedung I Fakultas Hukum UGM dengan langkah ringan. Nothing to loose..itu motto saya pagi itu. Mengerjakan 200 soal dengan waktu 200 menit, duduk di bawah kipas angin, sementara karena cuaca sudah dingin dan flu berat saya, ujian itu mulai terasa agak berat. Saya merasa hanya harus mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya dan ingin cepet pulang. That’s all..

17 Desember 2008, pagi-pagi. Setelah melakukan ritual pagi sebagai seorang manusia dan muslim, saya iseng aja baca koran Kedaulatan Rakyat. Ya, saya tidak menaruh harapan khusus, kata orang Jawa: “Ilok-iloklah ndelok pengumuman…” Halaman terakhir, saya liat nama-nama sesuai urutan nomor. Tiba di nomor 33, saya merasa kaget, koq nama saya, saya langsung lari ke kamar, ambil nomor peserta ujian CPNS saya. Saya cocokkan angka demi angka. Ternyata beneran….!! Itu adalah saya… Masya Allah, saya langsung menangis dan melakukan sujud syukur. Baru setelahnya saya memberitahu Bapak dan Ibu.. Bapak berkaca-kaca sambil tersenyum mengucap selamat pada saya.. Ibu memeluk dan mencium saya dengan tangis bahagia. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.. Terima kasih Ya Allah, Engkau mengizinkan hamba untuk membanggakan dan membahagiakan orang tua lagi.. barulah setelahnya saya menelpon, memberitahu kakak-kakak saya dan pacar saya yang di Solo dengan menahan tangis.. Ya, selain kedua orang tua, saya bisa membanggakan kakak-kakak saya juga tunangan saya itu dengan hasil murni dari usaha saya sendiri…
Terima Kasih Ya Allah, atas anugerah-Mu..

22 July 2008

Me and My little sister




Aku panggil dia adek..Selisih umur kami 9 tahun 4 bulan. Di rumah, hanya tinggal kami berdua beserta Bapak dan Ibu. Dua kakak perempuan kami sudaah berkeluarga. Yah, jadi otomatis kita jadi deket. Sering cerita, becanda, curhat-curhatan sampe marah-marahan. Kalau dia ada masalah, sering dia cerita ke aku. Soal sekolah, pertemanannya, cowok, duit, dll.. Aku seneng, berarti dia percaya aku. Tak jarang juga dia menceritakan tentang aku ke teman2nya. Sampai2 teman2nya ngiri pengen punya kedekatan seperti kami dan bahkan ada pula yang sampe naksir sama aku. Hahahaha…lucunya…

Sering banget aku jalan2 berdua ma adek. Kita nonton, nge-mall, makan, belanja, selalu berdua. Ada pengalaman lucu, saat kami jogging berdua, adekku dipanggil temennya cowok, dan temannya bilang: “Wah, punya temen koq ga dikenalin.. ?” Dalam hati aku ketawa.. Saking polosnya, adekku bilang: “Whe.. ini tu mbakku..” Hihihi... Berarti aku awet muda donk ya masih dikira sebaya?! …

Aku slalu inget, klo aku lagi terlihat sedih dan bete, sekalipun aku gak cerita ke dia sebabnya, dia slalu bilang: “ Sabar ya mba' dee..” Simpel, tapi itu cukup menyejukkan buat aku..

Klise memang, tapi aku sayang sama dia dan aku pengen yang terbaik buat dia..


(Ini koleksi foto-foto aku dan adekku.. “Coba tebak yang mana aku yang mana adekku?”)

26 June 2008

Menikah


Mendengar kata menikah mungkin bagi sebagian orang bikin keder, keki bahkan frustrasi. Menurut sebuah hadist riwayat Baihaqi (kalau saya ga salah), “Apabila seorang hamba telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya..Oleh karena itu maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam separuh yang lain..” Wuih..bukan bermaksud mau ceramah lho..

Saat 27 April 2008 lalu kakak saya menikah, banyak sekali yang bertanya, “Kapan nyusul..? Saya cuma bisa senyum aja.. Usia saya masih jauh dari ambang batas kekhawatiran seorang perempuan. Kerjaan saya juga belum jelas.. Tabungan berdua juga belum cukup.. Masih butuh waktu buat ngumpulin rejeki dulu.. Yang pasti, saya sendiri juga ga tau kapan Tuhan menentukan saat yang tepat untuk saya menikah.. Tapi kayaknya sih mereka tanya cuman buat basa-basi aja..Hehe..

Memang udah banyak teman sebaya yang udah menikah, bahkan ada yang udah punya anak 3. Wah, secara ilmu balap, udah keduluan berapa lap tuh? Hehehe.. Kemarin juga barusan ada beberapa temen yang nikah. Yah, memang terinspirasi dari pernikahan teman-teman sayalah tulisan ini. Terus terang saya dan pacar saya masih mempersiapkan mental. Saya pribadi masih membutuhkan waktu untuk lebih matang dalam mengelola konflik yang kadang terjadi antar dua kepribadian saya dan dia yang sangat berbeda dan meningkatkan saling pengertian di antara kami. Karena selain materi, keberlangsungan rumah tangga amat sangat membutuhkan hal-hal semacam itu sebagai pondasi. Wuih sedap, dalem banget..

Saya masih ingat kata-kata GKR Hemas yang berbunyi: “Jangan berani-berani menikah kalau kita belum bisa menjadi air di saat pasangan kita menjadi api dan begitu pula sebaliknya..” Bener juga ya.. Kalau yang satu lagi marah yang satu lagi malah ikutan kepancing marah, yaaa berabe.. yang mendinginkan siapa? Mungkin bisa mandi air dingin bareng untuk mendinginkan hati…? dijamin pasti gak jadi marah.. Hahaha, kumat ngeresnya ni…Nggak gitu juga ding, tergantung masalahnya juga. Sebenarnya semua masalah bisa diselesaikan kan ya..? Tapi itu tergantung dari niat dan kemauan keduanya. Bukankah ada pepatah dimana ada niat disitu ada jalan..? Dikembaliin aja ke komitmen awal saat akad nikah aja. Bahwa perjanjian sehidup semati itu pertanggungjawabannya juga kepada Tuhan. Membuat pasangan bahagia, ataupun menyakitinya, dalam skala kecil maupun besar, kita pasti juga akan mendapat balasan baik yang langsung/tidak langsung dari Tuhan.

Manusia hanya bisa berencana, sedangkan yang menentukan adalah Sang Maha Pemberi Hidup. Mo bilang secepatnya, mo bilang tahun depan, mo bilang ga pengen nikah juga bisa. Tetapi kita lupa bahwa Tuhan sudah menuliskan takdirNya, kapan kita lahir, kapan kita menikah dan kapan kita mati..

Mempersiapkan diri, lahir-batin, slalu berdo’a, sampai saatnya nanti tiba..

We’ll see..


(Foto: Saat kakakku diundhuh mantu di tempat asal suaminya Lombok Timur NTB, 10 Mei 2008)


03 May 2008

"OMG!! Nano-Nano!!"

Rame rasanya.. Itu maksud saya.. Hidup saya berasa rame, warna-warni, berasa ga berguna.. Berasa ga penting.. Berasa hampa.. Kesepian (meski lagi di tengah keramaian).. Sepertinya ga ada orang yang bisa ngerti apa yang saya rasakan saat ini selain saya sendiri.. Saat ini saya tengah meraba-raba ke mana arah hidup saya.. Menebak-nebak, jalan mana yang terbaik untuk masa depan saya.. Meski saya bingung, saya harus memilih.. Saya juga slalu bertanya-tanya, kapan kira-kira Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik untuk saya lalui ke depan.. Gusti Allah Ingkang Maha Kuwaos.. Paringana dalem kesabaran, keikhlasan lan kekiyatan ingkang linuwih..

Di lain sisi, saya juga memiliki kebahagiaan2 kecil.. Saat saya ngasih makan n maen2 dgn kucing2 saya yang lucu2, saya bahagia.. saat saya nyanyi, saya bahagia.. Melihat orang-orang yang saya sayangi tertawa, tersenyum, saya bahagia.. Saya bisa membuat orang lain bahagia.. Tetapi anehnya, saya kadang mengalami kesulitan untuk membahagiakan diri saya sendiri.. Piye jal?? Bukankah kebahagiaan diri sendiri adalah tanggung jawab diri sendiri pula?

Saya lagi bingung mikirin diri sendiri yang tak kunjung jelas statusnya.. Ga selamanya koq saya kaya gini.. Ini saat-saat rapuh saya aja.. Dan ini hanya media pencurahan, daripada saya mencurahkan di sembarang tempat.. (Hehehe, tapi bukan sampah..)

 
blog design by suckmylolly.com

Template Modified and Brought to you by : AllBlogTools.com blogger templates