28 April 2011
Socialization Is a Must
Posted by Lovely Dee at 8:53 AM 75 comments
Labels: cerminan
11 July 2009
Apalagi Yang Kucari?
Ya Allah, kami mohon ridho dan petunjukmu dalam menjalani hidup ini..
Posted by Lovely Dee at 11:28 AM 10 comments
Labels: cerminan
11 May 2009
Hidup atau Mati
Posted by Lovely Dee at 12:00 PM 5 comments
Labels: cerminan
01 February 2009
“Pengorbanan”

Manusia seringkali tidak merasa, sesuatu hal, aktivitas di satu atau bahkan beberapa bidang yang intens digeluti akan membuat kita “terasing” , “teralienasi” dari orang-orang terdekat kita yang kita kasihi. Meskipun di bidang yang digeluti kita juga memiliki banyak (sekali) mitra, partner, kawan, tetapi bisa saja di saat yang bersamaan kita malah terasing dari keluarg, saudara, pasangan/istri/suami dan bahkan anak-anak kita sendiri. Sungguh ironis memang.
Sadarkah?
Memang seringkali kita beralasan dan memiliki motivasi yang bermuara untuk membahagiakan keluarga, saudara, pasangan bahkan anak-anak (orang-orang yang kita kasihi). Memang mulia, luhur dan agung bila ditunjang dengan manajemen waktu dan kasih sayang yang baik. Tetapi apabila tidak? proses alienasi akan berlangsung terus disertai atau tanpa komplain dari orang-orang yang kita kasihi. Pemeliharaan hubungan dengan orang-orang terdekat sangat perlu, lewat komunikasi yang baik sehingga terjalin saling pengertian mengenai progress dan intensitas kerja kita dengan hubungan emosional satu sama lain.
Tulisan ini mungkin sedikit banyak berhubungan dengan posting saya yang lalu bekerja untuk hidup vs hidup untuk bekerja. Saat saya masih menjadi Kepala Bidang Administrasi Logistik Konvergas Komunitas PSPE FE Widya Mataram dan PT. Pertamina (Persero), saya juga merasa terasing dari keluarga dan tunangan saya sendiri. Pagi, siang, malam menyiapkan distribusi paket LPG 3Kg. Sampai-sampai saat saya pulang ke rumah, setelah membersihkan diri saya langsung tidur saking capeknya. Saya hampir tidak punya waktu untuk bercengkerama dengan keluarga saya sendiri, bahkan keponakan tersayang saya yang kadang menginap di rumah. Saya yang sangat perhatian dulunya dengan tunangan saya, setelah bekerja di Konvergas Komunitas, menurun standard perhatian saya padanya. Tetapi saya bersyukur dia sungguh bisa mengerti posisi saya. Semoga di kantor baru saya nanti, beban kerja saya bisa lebih ringan dari tempat bekerja sebelumnya sehingga saya bisa mendistibusikan waktu dan kasih sayang saya untuk orang-orang yang saya kasihi, karena merekalah sumber kebahagiaan saya.
Sebenarnya untuk apa sih kita bekerja? Ya, bekerja untuk mencari uang, mencukupi kebutuhan hidup pribadi, keluarga, pasangan, dll. Tetapi apa jadinya kalau kita memiliki banyak uang dan bisa mencukupi kebutuhan material keluarga tetapi tidak dengan kebutuhan afeksinya? Jangan berkata: “Kita tidak punya pilihan..” Karena sesungguhnya kita bisa memilih.
Seintens, seluas apapun bidang kerja, networks kita, sebanyak apapun relasi, kita sehingga kita perlu menjaga semuanya, janganlah kita dengan atau tanpa sengaja lupa akan apa yang menjadi motivator kita dalam bekerja selama ini. Jangan sampai karena sibuk menjaga hubungan dengan banyak relasi, kita lupa menjaga komunikasi dan kehangatan dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Jangan sampai kita terambil dari kebahagiaan mereka. Jangan sampai kita terlewatkan atau melewatkan momen-momen penting dengan keluarga dan orang-orang terkasih kita. Jangan sampai…
Bisa saja kita menyebut hal ini sebagai pengorbanan. Pengorbanan kita demi kebahagiaan orang-orang yang kita kasihi juga. Kita berkorban untuk tidak bisa sering bertemu,berkumpul dengan mereka, demi mereka juga, motivator kita dalam bekerja. Tetapi, jangan sampai pengorbanan kita menjadikan kita sebagai korban. Karena toh, sesungguhnya, orang-orang yang kita kasihi juga telah memberikan pengorbanannya. Rela, ikhlas mencintai, mendoakan tanpa bisa sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Jadi, sekali waktu, hentikan pengorbanan satu sama lain, dan nikmati kasih sayang dan waktu luang yang membahagiakan bersama.
Mari kita manfaatkan waktu intim dengan keluarga&orang-orang terkasih kita dengan sebaik-baiknya. Yeah, untuk menyeimbangkan harmoni hidup kita. Bukankah jiwa yang bahagia dan sehat adalah jiwa yang penuh cinta, gairah dan energi? Gunakan waktu yang ada, buatlah menjadi berkualitas, ekspresikan cinta dan senyumlah bersama orang-orang yang kita kasihi. Hadirkan jiwa kita saat tubuh kita berada di tengah mereka.. Dan katakan: “Aku menyayangimu..”
Posted by Lovely Dee at 7:45 PM 9 comments
Labels: cerminan
30 July 2008
"Selamat Jalan, Teman...."
Kamis, 24 Juli 2008, akhirnya dia, Sri Lestari, pergi. Sebelumnya, 5hari sudah dia terbaring di RSUP. Sepertinya baru sebulan yang lalu kami bersama ke Semarang untuk berobat ke sebuah Dokter (baca posting: "Elegi Kehidupanmu, Teman"). Yah, saat itu saya sudah mulai melihat penurunan semangat hidupnya.. Dia berkata sudah pasrah dan tidak berharap apapun pada dokter ini. Mmh.. dik Sri, dik Sri.. Kami tidak menyangka, begitu cepat kau harus berpulang...
Saat melayat kerumah dia, saya tidak bisa menahan tangis haru saat melihat suaminya lemas berkali-kali hampir pingsan, dan apalagi anak laki-lakinya yang masih berumur 3tahun digendong neneknya (ibu dari suaminya). Dia hanya bercanda-canda dan tidak tahu bahwa banyak orang ini datang untuk mangantar kepergian Ibunya. Anak sekecil itu sudah ditinggal ibu.. Dia hanya minta: " Lik, endi HP-mu, aku arep ketemu ibu.." ("Tante mana HP-mu, aku ingin bertemu ibu") Itu yang bisa dia katakan, karena selama ibunya dirumah sakit, dia hanya bisa berkomunikasi dengan ibunya lewat HP liknya (tantenya). Uih..bagaimana kami yang mendengar tidak trenyuh? Bersyukurlah kita yang masih bisa bersanding dengan orang tua kita tercinta.. Alhamdulillah, Ya Allah...
Ternyata Anemia Aplastic itu sudah menggila menjadi Leukimia.. Saya juga tidak tahu persis bagaimana Anemia Apalstic itu bisa berlanjut manjadi Leukimia (mungkin ada yang bisa menjelaskan secara medis?). Tidak hanya terjadi disfungsi pada Limpa, ternyata sumsum tulang belakangnya juga sudah terkena imbasnya. Kompleks sudah.. Karena keadaan sudah sangat akut, kronik, terjadi pendarahan di semua lubang/saluran sekresi.. Akhirnya..dia pergi pada 00.00WIB. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. Semoga kau berpulang dengan damai, diampuni semua dosamu dan diterima semua amal ibadahmu. Dan moga diberikan kekuatan pada lelaki mungilmu... Amin..
Mungin ini yang terbaik bagimu.. "Selamat Jalan, Teman.."
Posted by Lovely Dee at 4:04 PM 14 comments
Labels: cerminan
11 June 2008
Elegi Kehidupanmu, Teman..
Dia dulu adik kelasku semasa SD. Sudah bersuami dengan satu anak. Dia yatim piatu. Dia karyawan di sebuah kantor, tempat ibuku berorganisasi.
Posted by Lovely Dee at 8:21 AM 6 comments
Labels: cerminan
02 June 2008
Bohong
Kebohongan adalah sebuah pilihan yang dilakukan saat seseorang merasa tidak nyaman/tidak enak untuk mengatakan kebenaran.. Seseorang yang melakukan kebohongan disebut pembohong.. Dan pembohong adalah orang yang pengecut, karena dia takut/tidak berani menghadapi situasi yang tidak nyaman akibat dari kebohongannya. Sekali kebohongan dilakukan, bisa saja terjadi kebohongan yang sustainable.. kebohongan yang konsisten.. Bohong besar, bohong kecil, sama aja namanya..Bohong tetap bohong!!
Bohong bisa menjadi pangkal dari sekian masalah yang baru.. Dengan terus berbohong, berarti kita telah menciptakan kesulitan2 baru bagi diri sendiri..
Pembohong bisa dikatakan juga sebagai pengkhianat.. Ya, pengkhianat kejujuran.. Bila tidak ingin dibohongi, jadilah orang yang tidak membohongi dan jadilah orang yang tidak mudah dibohongi..
Posted by Lovely Dee at 8:25 AM 15 comments
Labels: cerminan

