Showing posts with label cerminan. Show all posts
Showing posts with label cerminan. Show all posts

28 April 2011

Socialization Is a Must

Manusia itu hidup bersosial. Tidak hanya sendiri, dan mustahil bisa sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya namanya makhluk sosial kan kita juga butuh bersosialisasi. Sosialisasi adalah sebuah proses interaksi (hubungan timbal balik) antara seorang individu dengan indiviidu lain atau dengan media/masyarakat/lingkungan. Seinget saya pas jaman pelajaran sosiologi sih itu definisinya. Hehe mohon koreksi klo kurang pas...


Seperti kita tahu, jaman sekarang sedang ngetrennya berbagai jenis media massa, gadget, jejaring sosial, beserta ketebelecenya. Saya pernah baca di sebuah media massa baru-baru ini, yang menyatakan bahwa mayoritas ABG tidak dapat "hidup" tanpa gadgetnya (ponsel, BB, dsb). Kalau ga megang HP, BB, internetan beberapa jam aja rasanya dah gatel. Kayak berasa ada yang ilaaang gitu.. Kalau menurut saya sih, nggak cuma ABG aja. Banyak orang usia dewasa memiliki tabiat seperti ABG tersebut. Setiap saat gadget selalu di tangan, sekedar mengecek status, komentar, email, BBM, tweet. Sampai melupakan sekeliling dimana dia berada. Benar yang orang bilang, dengan teknologi bisa mendekatkan yang jauh, tetapi juga bisa menjauhkan yang dekat. Hayoo gimana dengan kawan-kawan?


Berinteraksi di dunia maya tidak ada larangan, sepanjang masih dalam tahap kewajaran dilihat dari segala perspektif nilai. Jangan sampai karena asyik berinteraksi dengan kawan di dunia maya, kawan yang dekat, saudara bahkan keluarga terasing dari kita. Jadi alien di lingkungan sendiri deh.. Chat, BBM-an, message-message-an, dengan lawan jenis sah-sah saja, apalagi untuk yang masih berstatus lajang/jomblo. Tetapi perlu mengingat batasan etika/kepantasan apabila dilakukan oleh orang yang sudah bersuami/beristeri ataupun bagi yang sudah berkomitmen untuk going to married. Soale witing tresno kan jalaran soko kulino. Biar ga kebablasan, toh kan yang rugi diri sendiri. Kan lebih baik sedia payung sebelum hujaaan... Ya nggak?! ^^


Dunia maya katanya penuh dengan rekayasa dan tipu daya. Sampai banyak yang menyalahgunakannya untuk "ngajak bobo" bahkan menculik korbannya. Hiiiy itu sih kejahatan ya.. Tapi di dunia maya etika tetep ada juga lo.. sekiranya kata-kata yang kita munculkan tidak menyinggung, menyakiti orang lain. Pake bahasa yang pantes ajalah.. yang universal.. Klo mo ada kata-kata yang bersifat pribadi/bersifat SARA atau SARU lebih baik jangan di-publish/di-share sehingga bisa diketahui orang lain.


Tetapi semuanya kembali lagi pada nilai yang dipegang tiap individu. Kalau menurut saya sih, yang penting pas/sesuai dengan porsinya, seimbang dan bisa bertanggungjawab gitu aja. Jangan sampai komunikasi dengan kawan-kawan/keluarga yang jauh-jauh terjaga tetapi dengan yang di sekeliling kita sehari-hari malah ga terpelihara. Bukankah sekali lagi kita tidak bisa hidup memenuhi semua kebutuhan kita sendiri?? Terlebih support doa, cinta dan kasih sayang dari keluarga..


Jujurlah pada diri sendiri dan tetap semangatt!!! ^^


11 July 2009

Apalagi Yang Kucari?



Apakah arti hidup sebenarnya?

Hidup bisa dilihat dari sisi keduniawian dan keakhiratan.. (opo meneh kui..) Dilihat dari sisi keakhiratan, tidak perlu dipertanyakan lagi, tiap agama dari kita telah memberikan gambaran. Dari sisi duniawi, untuk apa sih kita hidup? beranak pinak meneruskan keturunan kah.. Hidup bahagia kah.. Hidup yang seperti apakah yang kita mau jalani.. Pasti masing-masing kita memiliki pilihan hidup dan gaya hidup yang berbeda-beda. Mau hedonis, relijius, sekularis, atau liberal sekalian.. Itu pilihan. Tinggal bagaimana caranya kita menjalani dan mempertanggungjawabkan saja. Dalam hidup kita juga mengalami berbagai peristiwa yang membahagiakan, menyedihkan, menyakitkan.. Tetapi selalu ada, pasti, hikmah, kebaikaan yang bisa kita petik dari semua itu. Hidup itu memiliki beberapa fase. Fase kelahiran, fase produktif/bereproduksi dan fase kematian. Hal-hal apa saja yang kita lakukan diantara fase-fase itu? Apakah kawan-kawan pernah merasa bimbang, apa yang akan ditempuh setelah ini tercapai/terlalui? Dan bagaimanakah nantinya?

Kita sebagai manusia hanya bisa berupaya menjalani sebaik mungkin tentu saja dengan ridho-Nya..
Ya Allah, kami mohon ridho dan petunjukmu dalam menjalani hidup ini..

So, apa rencana/tujuan hidupmu ke depan kawan?

11 May 2009

Hidup atau Mati

Marilah kita syukuri, hidup yang masih kita nikmati ini. Bukankah kita sendiri tidak tahu, kapan kita pulang menghadap Sang Pencipta? Bagaimana rasanya orang yang mau mati? Mati bisa saja diakibatkan oleh penyakit sepele. Tetapi bukanlah sakitnya yang menjadi penyebab mati, tetapi, itu hanya sebagai pemicu akhir.. Tidak bisa kita merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, meski kita berempati dan bersimpati seperti apapun. Kita tidak bisa merasakan deritanya. Kita hanya bisa mendoakan, memberi dukungan semangat dan perhatian, agar si penderita tetap semangat memperjuangkan hidupnya. Tetapi sekali lagi, tangan Tuhan yang memegang peran utama. Kita semua hanya bisa memasrahkan diri..
Pasrah bukan berarti menyerah.. Pasrah kita lakukan setelah usaha selalu dan masih dilakukan.. Semoga diangkat derajadnya, orang-orang yang sedang diberi cobaan, baik melalui hartanya, jiwanya maupun keimanannya.. Amin..
Alhamdulillah wa syukurilah atas semua nikmat-mu Ya Allah...

01 February 2009

“Pengorbanan”


Manusia seringkali tidak merasa, sesuatu hal, aktivitas di satu atau bahkan beberapa bidang yang intens digeluti akan membuat kita “terasing” , “teralienasi” dari orang-orang terdekat kita yang kita kasihi. Meskipun di bidang yang digeluti kita juga memiliki banyak (sekali) mitra, partner, kawan, tetapi bisa saja di saat yang bersamaan kita malah terasing dari keluarg, saudara, pasangan/istri/suami dan bahkan anak-anak kita sendiri. Sungguh ironis memang.

Sadarkah?
Memang seringkali kita beralasan dan memiliki motivasi yang bermuara untuk membahagiakan keluarga, saudara, pasangan bahkan anak-anak (orang-orang yang kita kasihi). Memang mulia, luhur dan agung bila ditunjang dengan manajemen waktu dan kasih sayang yang baik. Tetapi apabila tidak? proses alienasi akan berlangsung terus disertai atau tanpa komplain dari orang-orang yang kita kasihi. Pemeliharaan hubungan dengan orang-orang terdekat sangat perlu, lewat komunikasi yang baik sehingga terjalin saling pengertian mengenai progress dan intensitas kerja kita dengan hubungan emosional satu sama lain.

Tulisan ini mungkin sedikit banyak berhubungan dengan posting saya yang lalu bekerja untuk hidup vs hidup untuk bekerja. Saat saya masih menjadi Kepala Bidang Administrasi Logistik Konvergas Komunitas PSPE FE Widya Mataram dan PT. Pertamina (Persero), saya juga merasa terasing dari keluarga dan tunangan saya sendiri. Pagi, siang, malam menyiapkan distribusi paket LPG 3Kg. Sampai-sampai saat saya pulang ke rumah, setelah membersihkan diri saya langsung tidur saking capeknya. Saya hampir tidak punya waktu untuk bercengkerama dengan keluarga saya sendiri, bahkan keponakan tersayang saya yang kadang menginap di rumah. Saya yang sangat perhatian dulunya dengan tunangan saya, setelah bekerja di Konvergas Komunitas, menurun standard perhatian saya padanya. Tetapi saya bersyukur dia sungguh bisa mengerti posisi saya. Semoga di kantor baru saya nanti, beban kerja saya bisa lebih ringan dari tempat bekerja sebelumnya sehingga saya bisa mendistibusikan waktu dan kasih sayang saya untuk orang-orang yang saya kasihi, karena merekalah sumber kebahagiaan saya.

Sebenarnya untuk apa sih kita bekerja? Ya, bekerja untuk mencari uang, mencukupi kebutuhan hidup pribadi, keluarga, pasangan, dll. Tetapi apa jadinya kalau kita memiliki banyak uang dan bisa mencukupi kebutuhan material keluarga tetapi tidak dengan kebutuhan afeksinya? Jangan berkata: “Kita tidak punya pilihan..” Karena sesungguhnya kita bisa memilih.

Seintens, seluas apapun bidang kerja, networks kita, sebanyak apapun relasi, kita sehingga kita perlu menjaga semuanya, janganlah kita dengan atau tanpa sengaja lupa akan apa yang menjadi motivator kita dalam bekerja selama ini. Jangan sampai karena sibuk menjaga hubungan dengan banyak relasi, kita lupa menjaga komunikasi dan kehangatan dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Jangan sampai kita terambil dari kebahagiaan mereka. Jangan sampai kita terlewatkan atau melewatkan momen-momen penting dengan keluarga dan orang-orang terkasih kita. Jangan sampai…

Bisa saja kita menyebut hal ini sebagai pengorbanan. Pengorbanan kita demi kebahagiaan orang-orang yang kita kasihi juga. Kita berkorban untuk tidak bisa sering bertemu,berkumpul dengan mereka, demi mereka juga, motivator kita dalam bekerja. Tetapi, jangan sampai pengorbanan kita menjadikan kita sebagai korban. Karena toh, sesungguhnya, orang-orang yang kita kasihi juga telah memberikan pengorbanannya. Rela, ikhlas mencintai, mendoakan tanpa bisa sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Jadi, sekali waktu, hentikan pengorbanan satu sama lain, dan nikmati kasih sayang dan waktu luang yang membahagiakan bersama.

Mari kita manfaatkan waktu intim dengan keluarga&orang-orang terkasih kita dengan sebaik-baiknya. Yeah, untuk menyeimbangkan harmoni hidup kita. Bukankah jiwa yang bahagia dan sehat adalah jiwa yang penuh cinta, gairah dan energi? Gunakan waktu yang ada, buatlah menjadi berkualitas, ekspresikan cinta dan senyumlah bersama orang-orang yang kita kasihi. Hadirkan jiwa kita saat tubuh kita berada di tengah mereka.. Dan katakan: “Aku menyayangimu..”

30 July 2008

"Selamat Jalan, Teman...."

Kamis, 24 Juli 2008, akhirnya dia, Sri Lestari, pergi. Sebelumnya, 5hari sudah dia terbaring di RSUP. Sepertinya baru sebulan yang lalu kami bersama ke Semarang untuk berobat ke sebuah Dokter (baca posting: "Elegi Kehidupanmu, Teman"). Yah, saat itu saya sudah mulai melihat penurunan semangat hidupnya.. Dia berkata sudah pasrah dan tidak berharap apapun pada dokter ini. Mmh.. dik Sri, dik Sri.. Kami tidak menyangka, begitu cepat kau harus berpulang...

Saat melayat kerumah dia, saya tidak bisa menahan tangis haru saat melihat suaminya lemas berkali-kali hampir pingsan, dan apalagi anak laki-lakinya yang masih berumur 3tahun digendong neneknya (ibu dari suaminya). Dia hanya bercanda-canda dan tidak tahu bahwa banyak orang ini datang untuk mangantar kepergian Ibunya. Anak sekecil itu sudah ditinggal ibu.. Dia hanya minta: " Lik, endi HP-mu, aku arep ketemu ibu.." ("Tante mana HP-mu, aku ingin bertemu ibu") Itu yang bisa dia katakan, karena selama ibunya dirumah sakit, dia hanya bisa berkomunikasi dengan ibunya lewat HP liknya (tantenya). Uih..bagaimana kami yang mendengar tidak trenyuh? Bersyukurlah kita yang masih bisa bersanding dengan orang tua kita tercinta.. Alhamdulillah, Ya Allah...

Ternyata Anemia Aplastic itu sudah menggila menjadi Leukimia.. Saya juga tidak tahu persis bagaimana Anemia Apalstic itu bisa berlanjut manjadi Leukimia (mungkin ada yang bisa menjelaskan secara medis?). Tidak hanya terjadi disfungsi pada Limpa, ternyata sumsum tulang belakangnya juga sudah terkena imbasnya. Kompleks sudah.. Karena keadaan sudah sangat akut, kronik, terjadi pendarahan di semua lubang/saluran sekresi.. Akhirnya..dia pergi pada 00.00WIB. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. Semoga kau berpulang dengan damai, diampuni semua dosamu dan diterima semua amal ibadahmu. Dan moga diberikan kekuatan pada lelaki mungilmu... Amin..


Mungin ini yang terbaik bagimu.. "Selamat Jalan, Teman.."



11 June 2008

Elegi Kehidupanmu, Teman..

Dia dulu adik kelasku semasa SD. Sudah bersuami dengan satu anak. Dia yatim piatu. Dia karyawan di sebuah kantor, tempat ibuku berorganisasi.

Aku memang bukan orang berlatar belakang ilmu kesehatan. Aku juga tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan dengan rinci bagaimana solusi terbaik untuknya..Aku hanya membesarkan hatinya yang kembali “mengecil” saat lagi-lagi dia mendengar kata-kata dokter yang cukup membuatnya putus asa dan tak punya harapan..

“Manusia bisa berkata apapun.. Tapi toh Tuhan yang menentukan segalanya.. Pokoknya sebagai manusia kita berikhtiar untuk sembuh..” Itu secuil pelipur yang aku katakan ke dia saat kami bawa dia ke seorang dokter di Semarang yang telah menangani kanker paru-paru stadium 3 tanteku hingga sembuh. Aku kemudian memflashback dengan menceritakan kisah tanteku yang saat itu oleh dokter di sebuah rumh sakit swasta ternama di Jogja diperkirakan hanya bisa bertahan 3 bulan lagi. Kemudia segenap upaya pengobatan ditempuh, hingga akhirnya tanteku dibawa ke dokter ini (di Semarang). Dan “Subhanallah..” setelah bertahun-tahun berobat di Semarang, Tanteku kembali ke Jogja di rumah sakit swasta ternama itu dan melakukan pengecekan melalui X ray. Ternyata foto X ray paru-paru tanteku sudah bersih dan dinyatakan sembuh oleh dokter yang juga telah memperkirakan umurnya tinggal 3 bulan dulu. Ini bukti nyata bahwa Kehendak Tuhan tidak bisa diprediksi manusia.. Inilah Kebesaran Tuhan..

Tetapi kasus temanku ini lain. Dokter yang dulu juga menangani tanteku ini hanya berkata.. “Wah koq kaya’ gini..? Saya ga’ punya obatnya. Ya sudah, yang obat yang dari rumah sakit umum pusat ( RSUP di Jogja) itu ditebus aja terus..” Ya sangat manusiawi kalau temanku langsung berkecil hati. Karena dia adalah dokter yang berkata hal yang sama yang ke sekian kalinya..Tak ada lagi harapan menurutnya.

Ya, Limpanya sudah rusak, tak mampu lagi memproduksi darah, saluran pencernaan dan lambung juga terkena imbasnya. Anemia Aplastis.. Maaf kalau ada salah penulisan nama ilmiahnya. Kadar haemoglobin (hb) dalam darah sangat rendah, sehingga harus dilakukan transfusi darah untuk menstabilkan kadar hb darahnya, sepuluh hari-1 bulan sekali atau sampai saat ia sudah sangat lemas dan perdarahan di gusinya.. Selain itu dia harus minum obat yang hanya bisa ditebus di RSUP yang didatangkan dari luar negeri alias obat import. Untuk 4 hari minum obat saja, dia harus mengeluarkan uang Rp 700.000,-.. Padahal dia sekeluarga tergolong tidak mampu secara perekonomian. Ibuku dan teman-teman organisasinya, berupaya sebisa mungkin untuk bisa membantu temanku ini. Segala macam cara penggalangan dana ditempuh. Sementara aku, hanya bisa menemani ngobrol sambil seekali membesarkan hati dan harapannya dengan tak lupa turut mendoakan yang terbaik untuknya.

Temanku, semoga Tuhan memberikan petunjuk-Nya padamu sekeluarga, dan memberikan yang terbaik bagimu.. Aku tidak bisa membayangkan kalau itu menimpaku.. Menatap badan lemas dan wajah pucat pasimu saja sudah bisa membuatku berairmata.. “Kamu harus tetap semangat..Demi dirimu sendiri, anakmu, suamimu dan mertuamu..”

Sesungguhnya kita tidak tahu kapan kita akan sakit dan separah apa penyakit itu.. Sesungguhnya bila Tuhan hendak mengujikannya kepada kita, itu sewaktu-waktu bisa terjadi.. Maka harus kita syukuri benar.. Kita jaga benar dan berhenti memasukkan racun-racun ke dalam tubuh kita sendiri.. Pikirkanlah masa depan orang tua, keluarga, pasangan dan anak-anak kita kelak yang masih membutuhkan kita dalam keadaan yang sehat untuk merasakan kebahagiaan bersama..

Semoga aku, dan kita semua bisa bercermin dari elegimu ini.. Mohon do'anya..

02 June 2008

Bohong

Kebohongan adalah sebuah pilihan yang dilakukan saat seseorang merasa tidak nyaman/tidak enak untuk mengatakan kebenaran.. Seseorang yang melakukan kebohongan disebut pembohong.. Dan pembohong adalah orang yang pengecut, karena dia takut/tidak berani menghadapi situasi yang tidak nyaman akibat dari kebohongannya. Sekali kebohongan dilakukan, bisa saja terjadi kebohongan yang sustainable.. kebohongan yang konsisten.. Bohong besar, bohong kecil, sama aja namanya..Bohong tetap bohong!!

Bohong bisa menjadi pangkal dari sekian masalah yang baru.. Dengan terus berbohong, berarti kita telah menciptakan kesulitan2 baru bagi diri sendiri..

Pembohong bisa dikatakan juga sebagai pengkhianat.. Ya, pengkhianat kejujuran.. Bila tidak ingin dibohongi, jadilah orang yang tidak membohongi dan jadilah orang yang tidak mudah dibohongi..

 
blog design by suckmylolly.com

Template Modified and Brought to you by : AllBlogTools.com blogger templates