06 February 2009

Bibir kering dan Pecah-pecah

Bibir adalah salah satu pembentuk utama muka kita. Bibir yang sehat adalah bibir yang tidak kering dan pecah-pecah. Banyak hal yang menyebabkan bibir tampak kering dan pecah-pecah, hal ini tentusaja akan mengurangi kenyamanan dan penampilan (khususnya bagi kita para wanita). Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan bibir kita kering dan pecah-pecah.

1. Polusi udara dan debu
2. Perubahan suhu yang dapat membuat bibir Anda tidak dapat beradaptasi sehingga menyebabkan bibir pecah
3. Makanan yang terlalu asam atau asin
4. Merokok, kebiasaan minum kopi atau minuman alkohol
5. Kurangnya konsumsi buah atau sayuran
6. Kurang minum air putih
7. Menggunakan kosmetik(terutama pada wanita) yang bahan kimianya terlalu keras atau karena alergi terhadap kosmetik tertentu
8. Pasta gigi yang mengandung banyak detergen
9. Kebiasaan menjilat bibir dengan air liur

Setelah tau apa penyebab bibir kita kering dan pecah-pecah, tentu saja kita harus berusaha menghindarinya. Pada intinya adalah kita harus selalu berusaha untuk hidup sehat, itu saja sudah otomatis bisa membuat kita prima, termasuk juga dengan urusan bibir pecah-pecah tadi otomatis bakal terselesaikan dengan sendirinya.

Jadi selamat menjalani hidup sehat dan dapatkan kualitas hidup prima.

Sumber dari sini.

01 February 2009

“Pengorbanan”


Manusia seringkali tidak merasa, sesuatu hal, aktivitas di satu atau bahkan beberapa bidang yang intens digeluti akan membuat kita “terasing” , “teralienasi” dari orang-orang terdekat kita yang kita kasihi. Meskipun di bidang yang digeluti kita juga memiliki banyak (sekali) mitra, partner, kawan, tetapi bisa saja di saat yang bersamaan kita malah terasing dari keluarg, saudara, pasangan/istri/suami dan bahkan anak-anak kita sendiri. Sungguh ironis memang.

Sadarkah?
Memang seringkali kita beralasan dan memiliki motivasi yang bermuara untuk membahagiakan keluarga, saudara, pasangan bahkan anak-anak (orang-orang yang kita kasihi). Memang mulia, luhur dan agung bila ditunjang dengan manajemen waktu dan kasih sayang yang baik. Tetapi apabila tidak? proses alienasi akan berlangsung terus disertai atau tanpa komplain dari orang-orang yang kita kasihi. Pemeliharaan hubungan dengan orang-orang terdekat sangat perlu, lewat komunikasi yang baik sehingga terjalin saling pengertian mengenai progress dan intensitas kerja kita dengan hubungan emosional satu sama lain.

Tulisan ini mungkin sedikit banyak berhubungan dengan posting saya yang lalu bekerja untuk hidup vs hidup untuk bekerja. Saat saya masih menjadi Kepala Bidang Administrasi Logistik Konvergas Komunitas PSPE FE Widya Mataram dan PT. Pertamina (Persero), saya juga merasa terasing dari keluarga dan tunangan saya sendiri. Pagi, siang, malam menyiapkan distribusi paket LPG 3Kg. Sampai-sampai saat saya pulang ke rumah, setelah membersihkan diri saya langsung tidur saking capeknya. Saya hampir tidak punya waktu untuk bercengkerama dengan keluarga saya sendiri, bahkan keponakan tersayang saya yang kadang menginap di rumah. Saya yang sangat perhatian dulunya dengan tunangan saya, setelah bekerja di Konvergas Komunitas, menurun standard perhatian saya padanya. Tetapi saya bersyukur dia sungguh bisa mengerti posisi saya. Semoga di kantor baru saya nanti, beban kerja saya bisa lebih ringan dari tempat bekerja sebelumnya sehingga saya bisa mendistibusikan waktu dan kasih sayang saya untuk orang-orang yang saya kasihi, karena merekalah sumber kebahagiaan saya.

Sebenarnya untuk apa sih kita bekerja? Ya, bekerja untuk mencari uang, mencukupi kebutuhan hidup pribadi, keluarga, pasangan, dll. Tetapi apa jadinya kalau kita memiliki banyak uang dan bisa mencukupi kebutuhan material keluarga tetapi tidak dengan kebutuhan afeksinya? Jangan berkata: “Kita tidak punya pilihan..” Karena sesungguhnya kita bisa memilih.

Seintens, seluas apapun bidang kerja, networks kita, sebanyak apapun relasi, kita sehingga kita perlu menjaga semuanya, janganlah kita dengan atau tanpa sengaja lupa akan apa yang menjadi motivator kita dalam bekerja selama ini. Jangan sampai karena sibuk menjaga hubungan dengan banyak relasi, kita lupa menjaga komunikasi dan kehangatan dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Jangan sampai kita terambil dari kebahagiaan mereka. Jangan sampai kita terlewatkan atau melewatkan momen-momen penting dengan keluarga dan orang-orang terkasih kita. Jangan sampai…

Bisa saja kita menyebut hal ini sebagai pengorbanan. Pengorbanan kita demi kebahagiaan orang-orang yang kita kasihi juga. Kita berkorban untuk tidak bisa sering bertemu,berkumpul dengan mereka, demi mereka juga, motivator kita dalam bekerja. Tetapi, jangan sampai pengorbanan kita menjadikan kita sebagai korban. Karena toh, sesungguhnya, orang-orang yang kita kasihi juga telah memberikan pengorbanannya. Rela, ikhlas mencintai, mendoakan tanpa bisa sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Jadi, sekali waktu, hentikan pengorbanan satu sama lain, dan nikmati kasih sayang dan waktu luang yang membahagiakan bersama.

Mari kita manfaatkan waktu intim dengan keluarga&orang-orang terkasih kita dengan sebaik-baiknya. Yeah, untuk menyeimbangkan harmoni hidup kita. Bukankah jiwa yang bahagia dan sehat adalah jiwa yang penuh cinta, gairah dan energi? Gunakan waktu yang ada, buatlah menjadi berkualitas, ekspresikan cinta dan senyumlah bersama orang-orang yang kita kasihi. Hadirkan jiwa kita saat tubuh kita berada di tengah mereka.. Dan katakan: “Aku menyayangimu..”

19 January 2009

Penutupan Program, Resign Kemudian

Acara penutupan Program Konversi Minyak Tanah ke Gas Elpiji 3kg, Bantul Tahap II dilaksanakan di Kaliurang 10-11 Januari 2009. Dihadiri pihak investor, Bos-bos PT. Wagos Indah Perkasa, Karyawan Wagos Group dari Jakarta, Ibu-ibu dari Perum Departemen Kesehatan RI Jakarta dan kami sendiri, Pusat Studi Pengembangan Ekonomi FE Univ. Widya Mataram Yk sebagai panitia. Bertempat di Vila Gadjah Mada dan Vila Arjuna Kaliurang, acara berlangsung lancar. Acara inti adalah syukuran penutupan karena kita telah berhasil menyelesaikan Konversi di Bantul Tahap II. Dan ada pula acara hiburan dan pembagian door prize bagi karyawan dan fasilitator sebagai reward atas kerja keras selama ini. Akhirnya setelah tari sambutan "Roro Ngigel" , hiburan musik dan sambutan-sambutan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, malam pembagian door prize. Door prizenya macem-macem. Total jumlahnya sih 35 buah. Ada beberapa kaos, sandal, setrika mini, setrika besar, desk fan, magic jar/rice&soup warmer, stand fan, kompor gas 2 tungku, DVD player dan HP. Grand prize nya 1 buah kulkas Sharp Lemon Series dan 1 buah Yamaha Mio Sporty warna hitam. Wuih.. maniss.. Saking ngilernya, saya sempetin foto dulu ma mionya. Paling ngga klo ntar ngga dapet, udah ada fotonya. Hehehehe…



Diselingi dengan hiburan nyanyi-nyanyi, yah, sempet nyanyi satu lagu juga saya, door prize satu demi satu mulai diundi. Tiba-tiba aja, saat saya sedang guyon, epyek dengan temen-temen dan Pak General Manager di tengah-tengah acara, ada yang menyebut-nyebut nomor undian saya; 45. “Eh, tenane?? Ngapusi rak? “ (Eh, yang bener?? Bohong nggak? ) spontan saya nyeletuk. Ternyata bener.. Wehehe.. Alhamdulillah… Dapat Rice&soup warmer



Pak GM bilang ke saya, berhubung saya dapet perabot rumah tangga, itu maknanya saya didoakan untuk segera berumahtangga. Hahaha, ada-ada aja Pak GM ni… Tapi ya, saya Amin-in aja deh.. Namanya aja doa baik…

Yang dapet kulkas, kebetulan seorang Fasilitator, Bapak muda yang mengaku belum punya kulkas, dan yang dapet Mio, teman saya, anak entry data yang kemarin di perbantukan di bidang saya, seorang mahasiswa anak pedagang. Alhamdulillah, tepat sasaran… Btw, tetap dapet bagian duit juga saya nanti. Soalnya, sebelum pengundian, kami anak kantor, udah menandatangani perjanjian yang menyatakan pembagian 70:30 bagi yang memperoleh Mio. Dan yang 30 % dibagi rata ke setiap anak yang menandatangani persetujuan itu. Yang jelas itu bonus aja, bagi saya yang penting grand prizenya jatuh di tangan orang yang tepat.

Acara paginya, senam dilanjutkan nyanyi-nyanyi. Nyanyi 4 lagu saya, dan, berhasil juga saya membuat orang-orang jingkrak-jingkrak , joget terhibur. Ya, disetiap acara yang ada nyanyi-nyanyinya, selalu saja saya diminta nyanyi. Wah, gratisan nih… Saya turuti aja request dari kawan-kawan, toh ini kali pertama dan terakhir juga saya terlibat di program konvergas ini. Itung-itung nebeng farewell party lah. Tentu saja acara foto-foto tak terlewatkan. Tuh, nempil di tengah. Hehehehe....



Capek banget badan, palagi hawa dingin Kaliurang di musim hujan yang menusuk kulit-tulang, tapi yang penting hati seneng dan lega semua sudah selesai. Tinggal bikin surat pengunduran diri aja ke Direktur meskipun sedih meninggalkan banyak kawan disini, dan tunggu tiba waktunya masuk kerja sebagai CPNS.. "Bubye Guys..."

Entah kapan, saya tetap sabar menanti, …


09 January 2009

Kopdar atau Blind Date?

Kopdar atau Blind Date? Hahaha, saya ngga’ tau persis. Yang jelas tanggal 4 Januari 2009 itu adalah kali kedua saya bersama Guneman saya menginjakkan kaki di Gunung Kelir, tepatnya di kediaman Mr. Totok Sugiarto/ Gentho Kelir (3 Januari, kami nyamperin ke TKP tetapi tidak bertemu). Bener-bener blind date bagi saya, karena saya belom pernah ketemu, baik di dunia maya apalagi di dunia nyata soalnya saya juga cuman diajak si Maz. Ada Mas Totok “Gentho Kelir”, Pak Novi, Mas Ardian “Mantan Kyai”, Pak Sawali, Pak Andi MSE, tentu saja kami berdua; Panjoell “Gunemanku dan saya, Dyah “LovelyDee”. Datang2 acaranya makan bareng sambil ngobrol dan foto bareng.. Halahh.. Narsis kabeh ternyata.. Karena saya adalah pendatang baru di dunia per-blog-an, jadi, saya lebih banyak mendengar,menyimak dan merasakan (makanan&minumannya maksudnya..) Yaa sambil sesekali ikut nimbrung dan nyumbang tawa… Nggak bicara banyak, karena selain secara jam terbang saya masih new comer “ecek-ecek”, secara umur saya juga paling ranum. Hehehe.. Jadilah hari itu saya banyak menyerap ilmu dari para senior di dunia per-blog-an...

Sesi kedua, mulailah kita online bersama-sama..Nyethuk kabeh.. Ya jelas ga mau menyia-nyiakan kesempatan OL dengan akses tercepat… Wuih, download template aja nggak nyampe 3 detik. Cuepeteee polll… Kesempatan nih berganti tampilan seperti yang saat ini.


Sesi ketiga, munculah ajakan dari Mas Totok untuk piknik sebentar ke Goa Seplawan yang berjarak 10 menitan dari TKP. Sampai kompleks Goa Seplawan kita sesi pemotretan dulu di Taman Goa Seplawan. Ada orang pacaran cuek aja, coz sekalian kita gangguin. Hehehehe… Hawanya sejuk, anginnya semilir, segerr deh pikiran jadinya.. Ni ada fotonya juga. Btw, ternyata disana saya dan Panjoell malah kalah mbocahi dibanding bapak-bapak ini.. Kalah narsis pula.. Hehehehe…

Sesi keempat kita masuk Goa. Wee’e e, malah hujan… Langkah dipercepat, malah pake hampir kepleset segala. Untung ada tangan seorang pemuda yang menggandeng dengan sigapnya. Fuihh..akhire nyampe dalam gua meskipun baju basah.. Ya, menikmati keindahan Goa Seplawan sambil foto-foto lagi.. Hehehehe.. Clumrut..



Sudah puas bernarsis ria, kita keluar melihat situs Lingga Yoni yang eksotik, trus back to rumah Mas Totok. Wee’e e, sampe rumah TKP foto-foto lagi. Trus OL bentar, makan sore, trus cabut balik ke sarang masing-masing setelah berpamitan dengan keluarga Mas Totok.

Jam 17.30 kita cabut, sementara kabut udah mulai turun. Yaa, kira2 jarak pandang hanya 5 meter aja.. By the way, hari yang lengkap.. Ada pengalaman baru, berkenalan dengan blogger senior yang mumpuni, jalan2 di udara sejuk, foto2, plus hujan-hujanan bareng..

Semoga silaturahmi ini berlanjut, dan… Mohon bimbingannya…

 
blog design by suckmylolly.com

Template Modified and Brought to you by : AllBlogTools.com blogger templates