Yah, akhirnya saya berteriumakasih pada tidak kondusifnya sikon saat itu... Terima kasih Ya Allah... atas semua nikmat, anugerah, rizki dan rahmatMu kepada hamba selama ini.. Semoga di sisa hidup hamba, hamba bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dan menjadi umatMu yang berguna. Amin.. Mohon do'anya kawan...
10 April 2009
Tambah Usia
Yah, akhirnya saya berteriumakasih pada tidak kondusifnya sikon saat itu... Terima kasih Ya Allah... atas semua nikmat, anugerah, rizki dan rahmatMu kepada hamba selama ini.. Semoga di sisa hidup hamba, hamba bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dan menjadi umatMu yang berguna. Amin.. Mohon do'anya kawan...
Posted by Lovely Dee at 8:56 PM 13 comments
Labels: Personal
16 March 2009
GOLPUT itu pilihan
Pemilu Legislatif akan digelar 9 April 2009 nanti, 30 hari lagi, tepat 6 hari setelah ulang tahun saya. Hehehe, gak penting banget nih disebut-sebut). Tidak lama lagi memang. Makin dekatnya batas waktu kampanye harus berakhir, semakin gencar dan getol sepertinya mereka, para caleg mempromosikan dan “menjual”dirinya. Bukan soal caleg dan kampanyenya yang mau saya bicarakan kali ini. Saya ingin bersuara mengenai fenomena golput/golongan putih.
Fenomena Golput sudah lazim terdengar sejak dulu. Sebuah golongan yang menyatakan tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih salah satu kandidat, maupun parpol. Kalau menurut saya sih, golput ataupun tidak, itu merupakan hak. Bukankah kita sering mendengar sebuah istilah/frase: hak pilih dan bukan kewajiban memilih? Dari SD pun kita sudah mengetahui bahwa menggunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan hak seorang warga negara yang telah memenuhi kriteria pemilih. Sekali lagi hak, bukan kewajiban. Hak itu terserah kita, mau kita gunakan atau tidak hak kita. Sedangkan kalau kewajiban hukumnya harus dilakukan.
Dengan adanya fenomena fatwa haram bagi golput, berarti ada proses penggeseran yang cukup mendasar. Dari hak warga negara, menjadi kewajiban warga negara. Haram, berarti dosa apabila dilakukan. Apakah manusia maupun sekelompok manusia bisa memberikan dan menjustifikasi sebuah dosa bagi orang lain? Bukankah itu adalah kuasa Tuhan? Karena yang mengeluarkan fatwa adalah MUI, maka fatwa ini hanya mengikat umat Muslim saja. Bagaimana dengan umat agama lain? Koq aneh ya, menurut saya. Sebuah tindakan politis warga negara dikaitkan dengan spiritualitas mereka.
Ada beberapa penyebab Golput menurut saya, a.l:
Bisa saja karena mereka sudah apatis terhadap proses sirkulasi elit poltik yang siapapun itu dan parpol apapun itu yang terpilih, mereka sudah pesimis kandidat/parpol terpilih bisa memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia.
Sebuah reaksi atas ketidakpuasan dan ketidakpercayaan pada sebuah sistem dan mekanisme elektoral yang merupakan jalan menuju sirkulasi elit (politik).
Orang-orang yang buta akan politik, baik tentang sistem maupun proses sirkulasi elitnya, yang mana hal itu menjadikan mereka pasrah, siapapun yang terpilih menjadi elit politik di negara mereka.
Bila memutuskan untuk menggunakan hak pilih untuk Pemilu nanti baik legislatif maupun pilpres, pilihlah caleg/parpol/capres&cawapres yang menawarkan keberlanjutan komunikasi politik dengan konstituen dan pemilihnya pasca pemilu, karena dengan begitu kita bisa dengan mudah melakukan control politik dan mengartikulasikan kepentingan kita, rakyat, agar disuarakan di lembaga legislatif sehingga bisa digodhog untuk kemudian menghasilkan sebuah kebijakan (mekanisme sistem politik Gabriel Almond). Dan, jangan pilih kandidat/parpol yang hanya melakukan komunikasi politik untuk memperoleh suara pra pemilu saja, karena bisa dipastikan akan “terputusnya” mata rantai sistem politik, karena kita hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara saja. “Habis manis sepah dibuang”.
Kembali lagi pada kita masing-masing, yang sudah dewasa dan bijak dalam menentukan sikap. So, jangan sampai kita salah pilih kandidat/parpol. Lakukan analisis/riset kecil-kecilan ataupun pertimbangkan masak-masak sebelum menentukan pilihan, kalau kita tidak mau menyesal.
Posted by Lovely Dee at 2:40 AM 11 comments
Labels: Berbau Politik
Madu bagi kecantikan
Madu sebagaimana telah kita kenal selama ini adalah cairan kental yang berasal dari kerja keras lebah mengisap sari-sari bunga. Telah lama madu diketahui memiliki berbagai macam manfaat bagi manusia. Bagi wanita yang peduli akan kecantikannya, madu ternyata juga memiliki segudang manfaat. Pada kesempatan ini saya akan berbagi manfaat madu bagi kecantikan.
1. Masker Madu: Oleskan madu murni pada wajah Anda dan biarkan selama kira-kira 15 menit, hingga mongering. Setelah kering, basuhlah wajah Anda dengan air hangat.
2. Mandi Untuk Kulit Berkilau: Untuk melembabkan, melembutkan dan membuat kulit berkilau, bawa serta sebotol madu saat Anda mandi. Oleskan ke kulit dan tepuk-tepuk dengan kedua tangan hingga mengering. Sementara menepuk-nempuk kulit, madu akan lengket di kulit Anda. Basuhlah bekas madu yang lengket tersebut setelah Anda selesai. Dan Anda bisa menikmati hasilnya dengan kulit yang nampak cantik nan cerah!!!
3.Mandi Madu: Untuk mendapatkan aroma yang manis dan kulit lembut, tambahkan ¼ hingga ½ cangkir madu di air mandi Anda.
4.Scrub Madu: Campurkan 1 sendok teh madu dengan seikit tepung almond ke telapak tangan Anda. Gosokan perlahan ke wajah sebagai scrub wajah. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk mengangkat madu.
5. Pembersih Wajah Setiap Hari: Campurkan 1 sendok makan madu dengan sedikit susu bubuk di telapak tangan. Oleskan di wajah untuk membersihkan semua kotoran dan make-up, dan lalu basuh hingga bersih dengan air hangat.
6. Rambut Berkilau: Untuk membuat rambut Anda berkilau, campurkan 1 sendok makan madu, perasan satu jeruk nipis, dan sedikit air hangat. Bilas rambut Anda dengan shampo seperti biasa dan lalu tuangkan campuran tadi pada rambut. Keringkan rambut dengan cara biasa.
7. Conditioner Rambut: Untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, campurkan ½ cangkir madu dan satu sendok malan minyak zaitun. Oleskan merata ke rambut dan kulit kepala, lalu ambil penutup rambut dan biarkan selama 30 menit dalam keadaan tertutup. Setelah 30 menit, keramasi dengan shampo dan bilas rambut Anda seperti biasa.
8. Toner Kulit: Untuk mengencangkan, melembutkan dan melembabkan kulit, campurkan 1 buah kulit jeruk ditambah satu sendok makan madu dalam blender hingga halus. Gosokan perlahan campuran madu tadi ke wajah dan biarkan selama 15 menit. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk membersihkan campuran tadi.
(artikel bersumber dari kapanlagi.com)
Posted by Lovely Dee at 2:15 AM 7 comments
Labels: Tip Sehat dan Cantik
26 February 2009
Bagaimana Dengan Para Lelaki?
Sering sekali saya mendengar orang-orang memperbincangkan tentang penampilan seorang perempuan setelah dia menikah. Banyak juga para suami yang mengeluh tentang menurunnya kualitas penampilan luar isterinya setelah mereka menikah (baik baru menikah maupun yang sudah cukup lama).
Cuman pake daster, rambut dikuncir asal, ga pernah dandan, ga wangi, pokoke kucel… Btw, memang mudah kita menilai sepintas mengenai penampilan perempuan bersuami yang sepintas memang kurang sedap dipandang suami. Tetapi kita tidak bisa dengan serta-merta menjustifikasi bahwa dia gak mau “nyenengin suami”. Tunggu dulu, sebelum kita berkesimpulan seperti itu, kita perlu mengetahui apa alasan sang isteri kurang memperhatikan penampilannya. Meskipun saya belum menjadi seorang isteri, tetapi berdasarkan riset sederhana, menurut saya ada beberapa faktor yang mungkin menjadi sebab, beberapa diantaranya:
Mereka tidak memiliki pembantu rumah tangga, jadi semua pekerjaan rumah dia kerjakan sendiri, walhasil dari segi waktu dia tidak mempunyai cukup waktu untuk merawat diri dan memperhatikan penampilannya.
Penampilan fisik tidak diprioritaskan (tidak terlalu penting) oleh sang isteri.
Penghasilan rumah tangga yang pas-pasan, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan primer dan biaya operasional rumah tangga sehingga tidak ada alokasi dana untuk anggaran perawatan dan fashion, mending juga ditabung.
Sang suami yang tidak pernah secara terbuka dan dengan penuh kelembutan memberikan input kepada sang isteri mengenai penampilannya di rumah.
Sang suami juga tidak memperhatikan penampilannya sendiri, misal bau mulut, gigi menguning karena rokoknya, tidak menjaga kebersihan diri, minyak wangi yang dulu sering tercium di saat ngapel tidak lagi tercium sang isteri kini. Bisa jadi, hal ini yang juga mempengaruhi sang isteri untuk juga turut cuek dengan penampilannya.
Suami jarang bahkan tidak pernah sama sekali mengapresiasi penampilan dan performa sang isteri dalam hal apapun, sehingga tidak ada motivasi dari luar yang bisa menggerakkan sang isteri untuk lebih peduli akan dirinya sendiri.
dll (saya yakin kawan-kawan bisa menambahkan sendiri).
Sedikit terkesan ada bias gender di sini. Tetapi sebagai seorang perempuan, saya hanya bisa bersuara untuk sedikit menguraikan permasalahan yang tampak sepele tapi sebenarnya juga sangat penting bagi keharmonisan sebuah rumah tangga ini. Memang kualitas dan performa seorang perempuan yang dalam konteks ini seorang isteri, tidak hanya dilihat dari penampilan fisik atau outlooknya saja. Tetapi karena seorang suami yang notabene adalah seorang lelaki selain juga bisa terpikat oleh personality dan inner beauty dari isterinya, stimulus visual juga tidak bisa diremehkan karena justru hal ini yang memberi kesan pertama bagi seorang suami (lelaki).
Sebagai refleksi dari kesetaraan gender, saya ingin mengetengahkan bahwa, yang perlu menjaga penampilan, baik fisik (outlook) maupun inner beauty tidak hanya untuk para isteri saja. Para suami juga memiliki kewajiban yang sama dalam hal ini, menurut saya. Tidak hanya isteri yang harus “menyenangkan suami”, tetapi suami juga harus “menyenangkan isteri”.
“Siipp kan?”
(Foto narsis, berdaster, di rumah)
Posted by Lovely Dee at 11:12 AM 15 comments
Labels: lifestyle

